Jurnal Kesehatan Akes Karya Husada http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh <p>ISSN Cetak 9772337649009</p><p> Jurnal kesehatan AKes Karya Husada ( JKKH ). Adalah Jurnal yang diterbitkan satu tahun dua kali bulan Januari dan Agustus oleh AKes Karya Husada Yogyakarta.</p><p>Jurnal Kesehatan Karya Husada adalah jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian pada bidang ilmu keperawatan dan ilmu kebidanan dari segala aspek baik teori, praktis maupun aplikasi.</p><p><a title="Download Template Jurnal" href="https://drive.google.com/file/d/0B-6-kbvehqKpdkxZd1I0Wjl4bTQ/view?usp=sharing" target="_self">Download Template Jurnal Kesehatan Karya Husada</a></p> id-ID moebari54@yahoo.com (Moebari) endah@akeskaryahusada.ac.id (Sumarti Endah PMM, S.Kp., M.Kep) Sen, 05 Nov 2018 14:04:38 +0700 OJS 2.4.8.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN TERHADAP KASUS KOMPLIKASI/KEGAGALAN DALAM PEMASANGAN IUD OLEH BIDAN DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/86 <p>Angka kegagalan nasional alat kontrasepsi IUD adalah 0,8 per 100 akseptor, artinya 1 dari 100 akseptor mengalami kegagalan saat menggunakan IUD. Kesehatan reproduksi perempuan merupakan hak asasi manusia bagi setiap perempuan, petugas kesehatan dalam memberikan Pelayanan (<em>health care</em>) harus memperhatikan persetujuan tindakan medis (<em>informed consen</em>t), serta dalam hal memberikan informasi kepada pasien perihal diagnosa, terapi dengan berbagai alternatif, tentang cara kerja, perasaan sakit, kemungkinan penyembuhan, keuntungan dan kerugian terapi, informasi <em>complicatie frequenti</em>, informasi tentang efek langsung atau tidak langsung setelah adanya tindakan.</p><p>Tujuan dari penelitian ini secara umum  adalah untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pasien terhadap kasus Komplikasi/kegagalan dalam pemasangan IUD. Metode penelitian Yuridis Sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitik. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Bagian Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Kepala Cabang IBI Kota Yogyakarta, Bidan, Pasien. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah upaya untuk mengurangi risiko komplikasi atau kegagalan dalam pemasangan IUD adalah dengan mengikuti pelatihan CTU atau pasang cabut IUD Implant, peningkatan pengetahuan melalui seminar-seminar, adanya supervisi vasilitatif dari Puskesmas ke Bidan Praktik Mandiri, dengan Dinas Kesehatan dan Organisasi Profesi Ikatan Bidan Indonesia, kemudian diadakannya Audit Pelayanan Medik Keluarga Berencana jika terdapat kasus kegagalan. Perlindungan hukum bagi pasien terhadap kasus kegagalan pemasangan IUD, secara prinsip akibat dari pelaku perbuatan melawan hukum baik disengaja maupun tidak disengaja, wajib menggantikan kerugian (moril maupun materiil) terhadap pihak-pihak yang dirugikan, dilaporkan ke Puskesmas setempat dan dilaporkan ke BKKBN untuk diberikan penjelasan dan ganti rugi terhadap kegagalan yang terjadi.</p><p> </p> Amri - Wulandari ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/86 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 PENGARUH TAI CHI FOR DIABETES (TCD) TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT DEPRESI DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/87 <p><strong><em>Latar Belakang : </em></strong><strong><em>Diabetes melitus merupakan penyakit silent killer yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Selain itu, pada pasien diabetes melitus dapat mengalami resiko depresi 3 kali lipat dibandingkan masyarakat umum.  Salah satu penatalaksanaan pada penderita diabetes melitus adalah dengan latihan jasmani berupa senam tai chi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh Tai Chi for Diabetes (TCD) terhadap perubahan tingkat depresi dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. </em></strong></p><p><strong><em>Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pendekatan pre post test with control group design dengan total sampel 44 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi 22 responden diberikan senam TCD 2 kali dalam seminggu selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol 22 responden diobservasi tanpa diberikan senam TCD. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random  sampling dan uji analisis menggunakan wilcoxon test dan Mann-Whitney test.</em></strong></p><p><strong><em>Hasil :Pengukuran sebelum dan sesudah TCD didapatkan nilai tingkat depresi dan kadar glukosa darah pada kelompok intervensi mengalami penurunan dimana nilai mean depresi 5,27 dan nilai mean glukosa darah 30,50 sedangkan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan dimana nilai mean depresi 1,22 dan nilai mean glukosa darah 13,22. </em></strong></p><p><strong><em>Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan bahwa TCD efektif menurunkan tingkat depresi dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. </em></strong></p><p><strong><em>Saran : Dibutuhkan penelitian lanjutan tentang TCD dalam upaya mengatasi permasalahan pada penderita diabetes melitus tipe 2 serta penerapan TCD dalam pelayanan kesehatan sebagai salah satu penatalaksanaan penderita diabetes melitus dalam mengontrol penyakitnya.</em></strong></p> Agik Priyo Nusantoro ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/87 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 The Relationship of Knowledge Level and Nurse’s Attitude toward Spiritual Care in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/88 <p><em>Spiritual wellness as integrated aspect of human is characterized by existed of meaning and hope. Quality of  care should includes spiritual aspect in interaction between a nurse and a client in the form of trusting relationship, supporting environment, and includes spiritual values in quality assurance planning. Spiritual care is an element of quality healthy care by showing love of to client, so a nurse and a client formed trusting relationship and strength then feeling of trusting when care giver respect and support to client’s spiritual wellness by giving the spiritual care.</em></p><p><em>This research aim is to know the relationship between knowledge level and nurse attitude toward Spiritual care in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. The   assessment   of   knowledge   component   Spiritual   care   includes   definition, dimension, benefit, and nursing care process in Spiritual care. While the attitude component includes a responsibility in Spiritual care giving and facility   the client spiritual needs with giving the Spiritual care.</em></p><p><em>Respondents  in  this  research  are  the  nurse  in  PKU  Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta to be amount of 50 people. The sampling technique use purposive sampling technique and to determine amount sample use formula from Isaac and Michael.   This research is correlation research with cross sectional approach. Research instrument shaped is questionnaire which have tested on 20 respondents.</em></p><p><em>Data analisis for this research is use the Spearman rank correlation test, the result r=0,358 and p=0,011. This result shows that there is a significant relationship between  knowledge  level  and  nurse  attitude  toward  Spiritual  care  in  PKU</em></p> Viantika - kUSUMASARI ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/88 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 Penggunaan Leg Elevator terhadap circumference edema, kenyamanan dan fungsi pada Ulkus Kaki Diabetes http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/89 <p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>: Edema pada UKD terjadi karena kegagalan venous return. Sudut elevasi ekstremitas bawah berpengaruh besar terhadap venous return. ERLESS (Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel) didesain sebagai leg elevator yang mempertimbangkan akurasi sudut dan kenyamanan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh elevasi ekstremitas bawah sudut 30° menggunakan ERLESS  terhadap circumference edema,  kenyamanan  dan fungsi ERLESS pada klien UKD. <strong>Metode: </strong> Quasy eksperiment, pendekatan pre post test control group design, Sampel responden 28 klien dan 28 perawat. Teknik sampel menggunakan consecutive sampling. Responden perawat memasang ERLESS pada kelompok perlakuan elevasi  30° dan kelompok kontrol dengan bantal selama 30 menit.  Setelah elevasi semua kelompok diukur circumference edema. Kelompok perlakuan klien mengisi kuesioner kenyamanan ERLESS dan perawat mengisi kuesioner fungsi ERLESS.  Uji statistik paired t-test,  Independent sample t-test dan One Sample t-test dan  Regresi linear berganda. <strong>Hasil</strong>: Circumference edema kelompok 30° dan kontrol  nilai p=0.001. Selisih circumference edema  kelompok 30° dengan kontrol nilai p=0.035. Kenyamanan ERLESS kelompok 30° p=0.005,  fungsi ERLESS p=0.001. <strong>Kesimpulan</strong>: usia, albumin, lama luka, riwayat DM berpengaruh terhadap penurunan circumference edema. Elevasi 30° menggunakan ERLESS lebih nyaman dibandingkan dengan bantal dan mampu menurunkan circumference edema. Peneliti menyarankan untuk dilakukan riset pada sudut yang berbeda.</em></p><p><strong><em>Kata Kunci: Elevasi ekstremitas bawah, circumference edema, Kenyamanan, Fungsi ERLESS, Ulkus Kaki Diabetes.</em></strong></p> Mayusef - Sukmana ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/89 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 Efektifitas Skala Braden Dan Skala Waterlow dalam Mendeteksi Dini Resiko Terjadinya Pressure Ulcer di Ruang Perawatan Rumah Sakit “X” http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/90 <p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>: Pressure ulcers merupakan masalah utama dalam pelayanan kesehatan yang bisa dicegah. Pengkajian pressure ulcers dengan menggunakan skala Braden dan Waterlow sebagai sarana pencegahan yang perlu diuji efektifitasnya. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas skala Braden dan skala Waterlow dalam mendeteksi dini resiko terjadinya Pressure Ulcer  di Ruang Perawatan Rumah Sakit “X.”</em></p><p><strong><em>Metode:</em></strong><em> Penelitian ini merupakan cohort prospective.  Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 34 responden. Responden dilakukan pengkajian resiko pressure ulcers menggunakan dua skala Braden dan Waterlow pada hari ke-1, 5 dan ke-10.  Uji bivariat perbedaan pengkajian resiko pressure ulcers  menggunakan independent t-test.  Uji diagnostik sensitifitas, spesifitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif dengan analisis tabel 2 x 2. </em></p><p><strong><em>Hasil</em></strong><em>: Pengkajian resiko pressure ulcers menggunakan kedua skala pada hari ke-1, ke-5 ke-10 masing-masing didapat nilai signifikansi p=0.001, p=0.040 dan p=0.021. Nilai sensitifitas  skala Braden 91% dan Waterlow 60%. Nilai spesifitas Skala Braden 42% dan Waterlow 78%. Nilai Duga Positif skala Braden 74% dan skala Waterlow 88%. Nilai Duga Negatif skala Braden 71% dan skala Waterlow 41%.</em></p><p><strong><em>Kesimpulan: </em></strong><em>Terdapat perbedaan yang bermakna pengukuran kedua skala pada pengkajian hari ke-1, ke-5 dan ke-10. Skala Braden lebih sensitif untuk mendeteksi resiko pressure ulcers.</em></p><strong><em>Kata Kunci: Skala Braden, Skala Waterlow, Pressure Ulcers</em></strong> Sukurni Sukurni ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/90 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN KECEMASAN PADA PASIEN PASCA BEDAH TRANSURETHRAL RESECTION PROSTATE (TURP) DI RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/91 Latar Belakang: Pasien pasca bedah transurethral resection prostate dapat mengalami nyeri dan kecemasan yang mengakibatkan ketidaknyamanan dan gangguan rasa aman. Penanganan nyeri dan kecemasan menggunakan teknik non-farmakologi, yaitu terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh SEFT terhadap penurunan nyeri dan kecemasan pada pasien pasca bedah TURP.  <br /> <br />Metode Penelitian: Quasi-eksperimen Pretest-Posttest with Control Group Design. Populasi penelitian adalah pasien pasca bedah TURP. Teknik sampel menggunakan accidental sampling, alokasi sampel dengan teknik sistimatic alocation, jumlah sampel kelompok intervensi 22 pasien, kelompok kontrol 22 pasien.  <br /> <br />Hasil Penelitian: Rata-rata usia responden 65,09 tahun, rata-rata nilai nyeri sebelum dan sesudah inervensi pada kelompok intervensi 4,23 dan 2,31, rata-rata nilai nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol 4,86 dan 2,14, rata-rata nilai cemas sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi 19,59 dan 11,86, rata-rata nilai cemas sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol 18,09 dan 11,14. Hasil paired t-test analisis nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan p value, 0,001, hasil paired t test analisis cemas kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan p value 0,001, hasil uji independent t-test variabel nyeri nilai p=0,2&gt;0,05, hasil uji independent t-test variabel kecemasan nilai p=0,49&gt;0,05.  <br /> <br />Kesimpulan: Terapi SEFT berpengaruh terhadap penurunan nyeri dan kecemasan pada pasien pasca bedah TURP, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi SEFT dengan kelompok kontrol pada penelitian. <br /> <br />Kata kunci: benigna prostat hyperplasia, cemas, nyeri, SEFT, TURP Bayu Brahmantia ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/91 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700 DUKUNGAN SOSIAL BIDAN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/92 <p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia Tenggara. Menurut SDKI tahun 2012 AKI di Indonesia adalah 359 / 100.000 kelahiran hidup. Jumlah ini meningkat dari tahun 2007 sebesar 228 / 100,00 kelahiran hidup. Banyak faktor yang menyebabkan AKI diindonesia, selain penyebab langsung juga ada penyebab tidak langsung. Salah satu penyebab tidak langsung adalah kondisi psikologis ibu selama persalinan.<br /> Lefrancois (1980) dalam Kartikasari (1995) menyatakan bahwa kecemasan adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan, ditandai oleh rasa takut, penghambatan keinginan pribadi dan perasaan sedih yang timbul dalam kesadaran. Efek kecemasan dalam persalinan dapat menyebabkan tingkat katekolamin berlebihan di Kala 1 menyebabkan penurunan aliran darah ke uterus, penurunan kontraksi uterus, penurunan aliran darah ke plasenta, penurunan oksigen yang tersedia untuk janin dan dapat meningkatkan lama Kala 1.<br /> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan sosial yang diberikan oleh bidan dalam pertolongan persalinan. Tujuan khusus adalah untuk mengetahui bagaimana dukungan sosial bidan dalam pertolongan persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Responden sebanyak 40 orang secara <em>Accideental Sampling.</em> Kesimpulan dalam penelitian ini 97,5% responden mendapat dukungan sosial bidan dalam kategori tinggi dan sebanyak 2,5% mendapat dukungan sosial bidan dengan kategori sedang.<br /> <br /> Kata Kunci: Dukungan Sosial bidan<strong></strong></p><p><strong> </strong></p> Erma Nur Fauziandari ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.akeskaryahusada.ac.id/index.php/jkkh/article/view/92 Sen, 05 Nov 2018 14:03:52 +0700